ALBUM REVIEW: UMBRA VITAE – LIGHT OF DEATH

UMBRA VITAE ‘Light of Death’ ALBUM REVIEW

Deathwish Inc. June 7th, 2024

Metalcore/Death metal

Sempet gua kira bakalan jadi project one-off belaka, ternyata UMBRA VITAE nongol lagi tahun 2024 kemarin dengan album kedua, ‘Light of Death’. Maklum lah, gua sempet skeptis perihal UMBRA VITAE bakal dilanjutin apa enggak, pasalnya drummer Joe Rice masih disibukkan dengan UNCLE ACID AND THE DEADBEATS, dan Jacob Bannon juga rajin banget mondar-mandir manggung bareng CONVERGE, ditambah lagi THE RED CHORD sejak 2022 reunian dan lagi gencar-gencarnya naik ke panggung lagi (turut dibantu Joe Rice). Kemunculan album kedua UMBRA VITAE tentunya merupakan angin segar buat gua pribadi, yang dulu merasa bahwa ‘Shadow of Life’ nanggung banget karena durasinya cuma dua puluh enam menit, jadi langsung puja puji ke Odin lah gua pas liat tracklist berbobot ‘Light of Death’, yang berisikan lima belas lagu dengan durasi empat puluh lima menit. Kalau dari segi materi pun jelas pasti menjanjikan kalau mengingat kegilaan album pertama dan tentunya lead single barbar “Belief Is Obsolete”.

scene dektor jadul, gak bakal salah denger sih kalo tiba-tiba nangkep sound ala band deathcore era awal 2000-an pas lagi muter UMBRA VITAE. Kesuksesan band ini dalam meramu aransemen langsung tedengar jelas di dua lagu pertama “Leave Of Absence” dan “Belief Is Obsolete”, yang brutal dan agresif, dengan breakdown sadis. Mereka tak hanya terpengaruh para dedengkot metal kematian dari tanah Amerikat Serikat saja, dalam “Anti-Spirit Machine” kental banget lah aroma-aroma ENTOMBED, lalu “Twenty-Twenty Vision” turut membaurkan nuansa gothenburg sound. ‘Light of Death’ memang sangat beragam dari segi materi, selain dua nomor notable yang saya sebut diatas, masih ada “Clear Cutter” yang nyerempet ke territorial groove metal, “Reality In Retrograde” yang lebih dominan unsur hardcore-nya, track yang menjurus atmospheric sludge seperti “Velvet Black”, hingga “Cause & Effect” yang lebih gelap daripada yang lain.

Tapi jelas, nomor-nomor yang secara komposisi gak terlalu jauh keluar pakem death metal seperti “Past Tense”, “Algorithm Of Fear”, dan “Empty Vessel” pun tetep nampol, karena aransemen yang dihasilkan oleh Sean Martin, Mike McKenzie, Greg Weeks, dan Jon Rice emang beracun parah, hanya saja karakter vokal/scream dari Jacob Bannon tentunya masih agak acquired taste, alias gak bakal semua orang bakalan suka, khususnya yang gak terlalu explor metalcore/hardcore. Durasi 45 menit sih agak overkill sebenernya, jujur saja karena setelah “Cause & Effect”, gua agak kurang bisa inget apa yang gua dengerin, karena emang intens banget dari awal hingga trek kesebelas itu, dan cuma dikasih sedikit momen bernafas di “Velvet Black”, tapi setidaknya lagu terakhir sekaligus title track berhasil menarik kembali atensi gua dan menutup album ini dengan mantab, dengan riffing dan gebukan drum kejam, dan performa luar biasa berhasil di capture oleh Kurt Ballou. Walaupun gua yakin belum bisa membuat anak death metal garis keran jadi ujug-ujug dengerin UMBRA VITAE, ‘Light of Death’ menurut gua berhasil menjadi follow-up debut yang sangat sukses, karena memang semua lini mengalami banyak improvement, dan tentunya menjadi gempuran auditori yang sangat maksimal. (Peanhead)

9.0 out of 10