ALBUM REVIEW: PARADISE LOST – ASCENSION

PARADISE LOST ‘Ascension’ ALBUM REVIEW

Nuclear Blast Records. September 19th, 2025

Doom metal/Gothic metal

Nama PARADISE LOST tentunya sudah pasti tak asing lagi bagi penggemar musik heavy metal, band yang telah berdiri sejak tahun 1988 ini merupakan salah satu pionir aliran death-doom sekaligus pelopor pergerakan gothic metal bersama ANATHEMA dan MY DYING BRIDE, trio yang dijuluki sebagai Peaceville Three. Meskipun sudah 37 tahun melalang buana di dunia permusikan secara nonstop, dari sisi formasi personel mereka terbilang sangat stabil (gak kayak CRADLE OF FILTH tentunya), paling hanya gonta-ganti drummer aja tiap beberapa tahun sekali, kestabilan formasi itu lah yang mungkin jadi salah satu faktor mengapa, menurut pendapat kontroversial gue, PARADISE LOST belum pernah sama sekali mencetak album jelek. Okelah mungkin bakalan ada yang langsung ngomel, terus menunjuk era komersil mereka 1999–2001, era dimana mereka banting setir ngusung electronic rock, synth-pop, hingga pop rock. Tapi menurut gue baik ‘Host’ maupun ‘Believe in Nothing’ sangat enjoyable untuk ukuran album rock alternatif, meskipun ya emang gak selevel lima album pertama mereka tentunya. Makin ke sini pun album mereka tetap relevan dan yang paling penting konsisten, jarang-jarang band yang udah lama berdiri masih tetap bisa menciptakan album berbahaya di tahun-tahun belakangan karier mereka, karena menurut gue baik ‘Faith Divides Us – Death Unites Us’ maupun ‘Medusa’, pantas lah masuk top 7 album terbaik PARADISE LOST.

“Serpent on the Cross” berhasil melampaui ekspektasi gua terhadap album ketujuh belas dari PARADISE LOST yang bertajuk ‘Ascension’ ini, yang menurut gua sebagai opener mampu menyaingi “As Horizons End” dari enam belas tahun lalu. Lagu tersebut tentunya membuktikan betapa pentingnya lagu pertama untuk menggugah pendengar. Dari segi materi album ini masih mengikuti benang merah dari ‘Obsidian’ yang menggabungkan berbagai era PARADISE LOST ke dalam satu paket komplit, bagi penikmat era gothic metal band ini pasti langsung seperti didekap dengan kehangatan oleh trek kedua “Tyrants Serenade”. Lagu berikutnya “Salvation” merupakan sebuah nomor doom metal tulen berdurasi tujuh menit, yang membuktikan kelihaian PARADISE LOST dalam meracik komposisi doom yang sangat mudah dicerna dan penuh high moment, seperti bagian bridge superpowerfull lengkap dengan lengkingan Alan Averill (PRIMORDIAL), chorus yang penuh jeritan hati, hingga riff lambat nan heavy yang disambut guitar solo menusuk. “Silence Like the Grave”, yang menjadi single pertama, memang pas banget dipilih karena catchy banget dan bikin pengen langsung menganggukan kepala, lewat kocokan gitar terkontaminasi CANDLEMASS namun tetap membawa cita rasa PARADISE LOST yang sangat kuat.

Nick Holmes, Gregor Mackintosh, Aaron Aedy, Steve Edmondson, dan Guido Zima Montanarini belum menurunkan intensitasnya dalam track kelima “Lay a Wreath Upon the World”, yang merupakan sebuah lagu power ballad dalam tanda kutip yang emotional banget. Karena digas terus dari lagu pertama, jujur gak begitu engeh sama “Diluvium”, lagunya sih serviceable tapi impact-nya agak minim. Baru gua terjerat lagi pas masuk lagu “Savage Days” yang melodius dan lebih cocok buat ruang bernafas album ini karena gak terlalu intens kayak “Lay a Wreath Upon the World”, tapi ya tetep penuh duka dan keputusasaan. Sisa tiga lagu lainnya juga tak kalah variatif meski kurang telalu meninggalkan impresi langsung, mulai dari “Sirens” yang nyerempet METALLICA, dengan snarly vocal yang agak-agak James Hetfield. Selain itu, “Deceivers” cukup fast-paced dan langsung to-the-point, yang pas lah buat membangun antisipasi untuk lagu penutup, “The Precipice” ,yang gelap, dan dramatis, meskipun begitu lagu penutupnya menurut gua masih kalah ngena dibanding tiga album sebelumnya. ‘Ascension’ jelas merupakah sebuah rilisan yang kelewat front-loaded, dengan 2/5 materi di back half kurang begitu greget, tapi full-length ketujuh belas PARADISE LOST ini masih tetap sangat fenomenal, dan tentunya merupakan salah satu album mereka yang paling beragam dan berkesan buat ogut, ada recency bias juga sih sebenernya, tapi yang sudah pasti ‘Ascension’ merupakan salah satu album terbaik 2025. (Peanhead)

9.2 out of 10