INNUMBERABLE FORMS ‘Pain Effulgence’ ALBUM REVIEW
Profound Lore Records. August 22nd, 2025
Death/doom

Walau butuh waktu cukup lama untuk mendapatkan momentumnya, sejak INNUMERABLE FORMS melepaskan album perdana, ‘Punishment In Flesh’, grup asal Boston, Massachusetts, Amerika Serikat ini sudah lumayan produktif dan juga konsisten dari segi output. Dari tahun 2018 hingga sekarang, mereka sudah mengantongi tiga buah album penuh, berserta sebuah EP (‘The Fall Down’) dan sebiji demo (‘Despotic Rule’), tak seperti sepuluh tahun pertama perjalanan mereka, dimana INNUMERABLE FORMS hanya menghasilkan dua buah demo beserta split bareng BLESSED OFFAL Super aktifnya INNUMERABLE FORMS sepanjang lima tahun terakhir ini patut diberikan apresiasi, mengingat kesibukan para personilnya bareng band/proyekan lain: Justin DeTore (SUMERLANDS, DREAM UNENDING, VESTAL CLARET dll), Jensen Ward (IRON LUNG, ENDLESS JOY), Connor Donnegan (GENOCIDE PACT, BYGONE), hanya Chris Ulsh (MAMMOTH GRINDER) saja yang gak terlalu aktif semenjak POWER TRIP rehat sejenak (2020 – 2024), pasca kematian Riley Gale (R.I.P). Gua sendiri sih agak menyangsikan LP ketiga mereka, ‘Pain Effulgence’, waktu diumumkan ke publik, pasalnya gua tidak berhasil mencerna ‘Philosophical Collapse’, yang kalah nampol dibandingkan album debut, belum lagi eksplorasinya banyak kurang klop, setiap materinya hanya masuk kuping kanan, keluar kuping kiri.

Berkat lagu pertama yang luar biasa barbar, INNUMERABLE FORMS langsung mengembalikan kepercayaan saya pada ‘Pain Effulgence’, yang sempat saya ragukan daya gedornya, efek kecele sama album kedua mereka. Inti formulasi death/doom mereka yang banyak terinspirasi AUTOPSY, INCANTATION, ASPHYX hingga CIANIDE masih medok terdengar, namun di full-length ketiga, INNUMERABLE FORMS sudah memantapkan eksekusi mereka, kalo album debut masih agak sedikit basic, sedangkan album sophomore mereka kayak aksi eksperimen meleset, dalam ‘Pain Effulgence’, kwartet ini berhasil menyempurnakan konsep cavernous doom/death metal mereka, dengan sentuhan melodi yang efektif dan sangat impactful. Tengok aja pada lick dan hingga solo gitar mereka bisa bikin emosi terguncang, yang sepertinya banyak meminjam ruh dari CANDLEMASS hingga PARADISE LOST. Selain itu, meski struktur lagunya masih jauh dari pakem traditional song structure, kini INNUMERABLE FORMS sudah memberi ruang bernapas untuk setiap section-nya (tak seperti album sebelumnya), yang tentunya membuat materi-materi dalam ‘Pain Effulgence’ secara seketika dan tanpa resistensi mampu merangsek sampai ke batin.
Meskipun masih ada satu lagu yang agak terlalu jaka sembung bawa golok dan kurang kohesif dari segi aransemen (“Ressentimentâ€), secara keseluruhan ‘Pain Effulgence’ adalah sebuah album yang fenomenal, sekaligus merupakan album death/doom yang selama ini gua cari-cari dan pengenin dari INNUMERABLE FORMS. Sebuah perkawinan terlarang antara death metal primitif dengan tendensi melodicism suram ala Peaceville sounds, lalu diperkokoh skala dan gravitas epic doom, yang akhirnya tercapai setelah dua album. Bagi mereka yang mencari album death/doom yang lebih lambat mendekati funeral doom atau ultra busuk bin pengap dan lembab, mungkin gak bakalan tergugah oleh ‘Pain Effulgence’, tapi bagi mereka yang masih mentolerir produksi metal kematian yang agak polished (tapi tetap opresif) yang sudah menjadi ciri khas setiap kerjaan Arthur Rizk, ditambah aransemen yang sedikit bombastis. ‘Pain Effulgence’ will definitely be right up your alley. (Peanhead).
9.8 out of 10