
EVIL DEAD 2: DEAD BY DAWN
Sutradara: Sam Raimi
USA (1987)
Review oleh Tremor
Enam tahun setelah The Evil Dead (1981), Sam Raimi kembali dengan Evil Dead 2: Dead By Dawn yang ia tulis bersama Scott Spiegel. Bernasib sama seperti ketika hendak membuat The Evil Dead, awalnya Raimi tidak memiliki uang yang cukup untuk mendanai produksi Evil Dead 2. Untungnya, sang legenda horor Stephen King adalah penggemar berat dari The Evil Dead. Dalam sebuah acara makan malam di tengah produksi film Maximum Overdrive (1986), Stephen King berhasil meyakinkan produser film Dino De Laurentiis untuk mau membiayai sekuel Evil Dead tersebut, memungkinkan Raimi melanjutkan proyeknya. Meskipun Evil Dead 2 adalah sebuah sekuel langsung, namun film ini sempat banyak disalahartikan sebagai semi-remake bahkan reboot selama bertahun-tahun. Alasan adalah karena film ini memiliki plot dasar yang sepintas tak banyak berbeda dengan film pertamanya, dan dibuka dengan recap dari The Evil Dead yang sedikit membingungkan para penontonnya karena berbeda dari apa yang kita ketahui dari film pertamanya. Kalau dalam The Evil Dead ada 5 orang remaja yang pergi berlibur ke kabin di dalam hutan, dalam recap yang berdurasi sekitar tujuh menit ini hanya ada dua karakter saja: Ash dan kekasihnya Linda. Rupanya ini terpaksa dilakukan Raimi karena masalah legalitas. Seharusnya Raimi menggunakan footage asli dari The Evil Dead untuk membuat recap yang lebih tepat, tetapi ia tidak bisa menggunakannya karena ia kehilangan hak legal atas The Evil Dead yang pada saat itu telah dipegang oleh pihak studio lain. Maka, Raimi terpaksa harus membuat ulang semuanya, yang secara teknis bisa disebut remake singkat, dengan cast yang berbeda kecuali aktor Bruce Campbell. Tak heran kalau perbedaan yang membingungkan ini ditambah dengan kemiripan plot dasarnya menimbulkan perdebatan di antara penggemar Evil Dead saat Evil Dead 2 pertama di rilis tentang apakah film ini merupakan sekuel atau remake.

Satu hal yang pasti, Evil Dead 2 adalah sekuel kelanjutan dari apa yang terjadi pada Ash setelah film pertamanya berakhir, yang review lengkapnya telah saya tulis di bulan lalu. Bicara soal plot, tidak ada hal yang benar-benar baru dari Evil Dead 2 karena hanya melanjutkan kisah Ash melawan kekuatan iblis yang secara tidak sengaja dibangkitkan dalam film pertamanya. Ash pikir masalahnya telah selesai, dan ia salah besar. Ash yang sempat pingsan, terbangun dalam keadaan kerasukan. Namun ia segera menjadi normal kembali saat matahari mulai terbit. Ash menyadari bahwa ia tidak bisa pergi dari kabin, apalagi jembatan satu-satunya akses untuk keluar dari hutan telah rusak total. Sendirian bersama kekuatan iblis yang terus mengganggunya dan merasuki semua benda di dalam kabin membuat Ash mulai kehilangan kewarasan. Untungnya di waktu bersamaan, Annie, putri dari arkeolog yang rekaman suaranya ditemukan oleh Ash dkk, datang ke kabin untuk mencari orang tuanya, ditemani oleh kekasihnya serta dua orang lokal sebagai pemandu jalan. Annie datang membawa beberapa halaman yang hilang dari kitab Necronomicon yang sedang diteliti ayahnya, berisi mantra untuk mengusir semua iblis jahat yang telah bangkit. Yang terjadi selanjutnya, sedikit mengulang The Evil Dead, adalah bagaimana iblis-iblis mulai merasuki mereka satu persatu dan hanya Ash yang bisa mengalahkan mereka.

Plot yang tidak begitu penting dan sama sekali tidak memedulikan logika, ditambah dengan akting yang buruk, tidak menghentikan Evil Dead menjadi salah satu franchise horor paling berpengaruh hingga hari ini. Sama seperti film pertamanya, Evil Dead 2 begitu berpengaruh karena banyak faktor yang mendukung, dari mulai penciptaan atmosfer, permainan kamera, serta gaya pengambilan gambar ala Sam Raimi adalah beberapa hal di antaranya. Bagaimana Raimi kembali menempatkan mata penonton pada sudut pandang roh jahat saya pikir tetap menjadi pendekatan yang cukup unik pada jamannya. Namun hal lain yang paling wajib untuk dibahas soal Evil Dead 2 tentu adalah makeup dan special effect-nya, yang seperti dalam film pertamanya, semuanya dikerjakan secara tradisional dan penuh passion. Meskipun anggaran film ini masih terhitung rendah untuk standar produksi film pada umumnya, tapi dalam proyek ini Raimi memiliki dana yang jauh lebih besar dibandingkan saat ia membuat The Evil Dead, dan kita bisa melihat ke mana mayoritas bajetnya digunakan: prostetik, animatronik, hingga bergalon-galon darah palsu. Evil Dead 2 menampilkan makeup monster hingga special effect gore yang terlihat jauh lebih baik, serta ending yang lebih megah, dibandingkan The Evil Dead. Favorit saya dari film ini tentu saja munculnya karakter ikonik bernama Henrietta dalam versi kerasukan yang tampak begitu mengerikan sekaligus menjijikkan.

Meskipun plot besarnya masih mirip dengan film pertamanya, tapi tetap ada beberapa faktor penting yang membedakan Evil Dead 2 dengan The Evil Dead. Yang pertama adalah, bagaimana ending film ini menjadi transisi sempurna menuju ke sekuel ke-3-nya, Army of Darkness (1992). Dalam ending Evil Dead 2 juga akhirnya mereka yang dirasuki roh jahat diberi sebutan, yaitu “deadites”, yang di kemudian hari menjadi semakin identik dengan franchise Evil Dead. Lalu, ada unsur besar lain yang secara signifikan membedakan antara The Evil Dead dengan sekuelnya ini. Kalau film pertamanya cukup serius dan gelap, Evil Dead 2 dipenuhi dengan banyak komedi slapstick yang menambah nilai cheesy dari film ini dan menjadikannya sangat fun untuk ditonton. Belum lagi ada begitu banyak darah palsu, hingga kepala dan tangan terpenggal, yang semuanya sengaja dilakukan dengan cara yang berlebihan agar penontonnya tidak perlu merasa tertekan dengan adegan-adegan gore-nya. Dengan brilian Evil Dead 2 mampu menyeimbangkan antara unsur horor dengan komedinya dengan sangat baik. Film ini tetap tidak terlampau konyol untuk ukuran film horor karena unsur menyeramkannya juga tetap dominan. Keseimbangan yang sangat pas antara kekonyolan dan gore ini memang sangat menghibur, bahkan bagi para penonton yang bukan penggemar film horor sekalipun. Saya pikir membuat film komedi horor yang bisa menjadi konyol tanpa kehilangan intensitasnya adalah pekerjaan yang tidak mudah. Itu sudah cukup untuk untuk membuktikan kemampuan Sam Raimi dalam membuat film, dan mengapa namanya semakin meroket di kemudian hari hingga dipercaya menyutradarai banyak film besar dari mulai Spider-Man (2002) hingga Doctor Strange in the Multiverse of Madness (2022).

Kuatnya unsur komedi dalam Evil Dead 2 bisa saja membentuk adanya tiga tipe dari penggemar franchise Evil Dead: mereka yang lebih suka dengan Evil Dead versi serius, jahat dan gelap dari film pertamanya; mereka yang memilih versi yang lebih ringan dan penuh slapstick namun tetap jahat dari sekuelnya; dan mereka yang menyukai keduanya. Saya pribadi pada dasarnya bukanlah penggemar komedi slapstick dengan ekspresi-ekspresi seperti yang dilakukan Ash dalam Evil Dead 2. Jadi kalau dipaksa untuk memilih, sudah jelas bagi saya The Evil Dead (1981) dan remake-nya (2013) adalah dua film terbaik dari keseluruhan franchise, karena saya lebih suka dengan Evil Dead versi gelap. Saya juga jauh lebih menyukai karakter Ash dalam film pertamanya, di mana ia tampak lebih cool dan cold, sebuah alasan yang sama dengan mengapa saya suka karakter-karakter dingin namun badass seperti Michael Myers dari seri Halloween, Darth Maul dari Star Wars The Phantom Menace hingga Gogo Yubari dari Kill Bill. Tapi bukan berarti Evil Dead 2 adalah film yang buruk, karena ini hanya masalah selera personal saja seandainya saya diharuskan memilih. Lagipula, ekspresi konyol dan slapstick sepertinya memang gaya komedi populer di tahun 80-an. Seandainya Evil Dead 2 adalah produk tahun 2025 dan memiliki gaya komedi yang serupa, bisa jadi film ini akan saya anggap sebagai film terburuk dari keseluruhan franchise karena berusaha terlalu keras untuk tampak lucu. Tapi, saya yakin kalau Evil Dead 2 benar-benar lucu bagi para penonton di jamannya, dan tentu saja juga sangat mengerikan di waktu yang sama. Jadi, apakah Evil Dead II adalah film yang lebih baik daripada The Evil Dead bukanlah hal yang perlu diperdebatkan karena keduanya tetap film yang sama-sama penting dalam versinya masing-masing. Bagaimanapun juga Evil Dead tetaplah film ikonik yang juga melahirkan banyak kutipan legendaris dan mengukuhkan karakter Ash yang bertansformasi menjadi sosok pahlawan dengan shotgun dan tangan gergaji mesin yang tak kalah ikoniknya.

