ALBUM REVIEW: 40 WATT SUN – LITTLE WEIGHT

40 WATT SUN ‘Little Weight’ ALBUM REVIEW

Fisher’s Folly. September 6th, 2024

Alternative rock

Meskipun tak seterkenal atau seberpengaruh WARNING, 40 WATT SUN, yang merupakan proyek Patrick Walker sejak 2019, tetap menjadi nama yang sangat disegani dalam kancah musik bawah tanah Inggris, dimana para penggemar setianya selalu menunggu-nunggu rilisan baru, walau kedatangannya pasti setelah penantian yang tak sebentar. Berawal dari ‘The Inside Room’ (2011) yang masih menjadi salah satu doom metal cult-classic era 2010’an,  lalu dilanjutan dengan ‘Wider than the Sky’, yang sudah (hampir) menanggalkan segala elemen metal, dan lebih condong ke atmospheric rock/slowcore ala LOW dan SONGS: OHIA, tapi dengan vibe yang belum jauh dari doom metal. Sempat dikira sudah bubar karena WARNING aktif kembali, 40 WATT SUN akhirnya muncul lagi tahun 2021 dengan dua buah single, “The Spaces in Between” dan “Until”, dua nomor akustikan yang menegaskan arah album ketiga, ‘Perfect Light’, yang semakin jauh dari akar, bahkan LP tersebut bisa dibilang sebagai solo album Patrick Walker, dimana ia dibantu oleh musisi sesi untuk merealisasikan visinya.

Seacara tidak terduga meskipun baru dua tahun semenjak ‘Perfect Light’ rilis, pada akhir tahun lalu 40 WATT SUN sudah melepaskan full-length baru ‘Little Weight’, yang tentunya kejutan banget, mengingat untuk pertama kalinya jarak antar album 40 WATT SUN dibawah lima tahun. Proses penulisan awal album ini dilakukan selama tiga minggu, dimana Patrick Walker mengasingkan diri ke sebuah pondok terpencil di Cornwall, sebelum akhirnya masuk ke Holy Mountain Studios (London) bersama Andy Prestidge (WARNING, ex-LUCIFER) dan Roland Scriver (POSEIDON, SERPENT VENOM). Hasilnya, ‘Little Weight’ layak digadang-gadang sebagai album terbaik 40 WATT SUN since ‘The Inside Room’, dari lagu pertama “Pour Your Love” saja, langsung terasa kalo materi baru mereka jadi terdengar layaknya missing link antara album pertama dan kedua, dengan genjrengan gitar yang lebih “tebal” plus efek fuzz ketara kalau dibandingkan dengan dua LP terakhir. Lagu-lagu dalam ‘Little Weight’ terasa jauh lebih aksesibel, dengan hook yang langsung menancap sejak awal didengarkan. Durasi tiap trek pun kini lebih padat (di bawah 10 menit) dengan struktur yang lebih ringkas dan to the point. Hasilnya, nomor-nomor seperti “Half a World Away”, “Astoria”, dan “Feathers” menurut saya akan lebih mudah dicerna oleh pendengar alias kans jadi pub favorite. Ditambah lagi, melodi-melodi vokal yang dinyanyikan Patrick Walker semakin terdengar lebih percaya diri dan berani.

Dari segi produksi ‘Little Weight’ pun maksimal banget, sangat nyaman dan nikmat di kuping, yang mampu mendekap setiap pendengar dalam kehangatan. Trek terbaik dalam album ini justru ditaruh di dua paling belakang, “Closer to Life” yang punya runtime paling pendek, dijamin benar-benar catchy dan nempel banget dikepala bagian chorus-nya, nuansa rock alternatif 90’an-nya emang dapet banget, sedangkan “The Undivided Truth” punya durasi lebih dari 10 menit, tetapi gak ada satu detik pun yang bikin berpaling, kemampuan Patrick Walker untuk menulis track epik memang sudah tidak perlu dipertanyakan lagi sudah dari WARNING, dan liriknya itu loh langsung nusuk parah, apalagi dengerinya setelah namatin Death Stranding 2: On The Beach, dijamin makin mata mendadak kehujanan deras. Tiga belas tahun pasca ‘The Inside Room’ yang legendaries itu, 40 WATT SUN melakukan hal yang almost impossible, karena berhasil menghasilkan karya mampu berdiri sepadan dengan debut albumnya tersebut, pantas banget buat jadi sad boi doomer playlist bareng PALLBEARER dan KHEMMIS. (Peanhead)

9.5 out of 10